
New York (AFP) - Keputusan pemerintah Amerika Serikat yang memerintahkan Anthropic untuk menarik model kecerdasan buatan (AI) paling kuat miliknya telah memicu gelombang kritik, baik dari pihak yang mendukung maupun yang menentang regulasi AI.
Pada Jumat malam, perusahaan yang berbasis di San Francisco tersebut mengumumkan bahwa Departemen Perdagangan AS telah memerintahkan mereka untuk menangguhkan model Mythos 5 dan Fable 5 demi alasan "keamanan nasional", tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Berbeda dengan Mythos 5 yang tidak dibatasi dan hanya tersedia untuk segelintir mitra, Fable 5 sebenarnya dilindungi secara ketat guna mencegah penyalahgunaan besar, terutama untuk serangan siber atau pengembangan senjata kimia dan biologi.
Namun, Anthropic menyatakan ada sebuah organisasi—yang identitasnya tidak diungkapkan—melaporkan kepada pemerintahan Trump bahwa mereka telah menemukan cara untuk menembus sistem keamanan (safeguards) yang dirancang untuk mencegah Fable 5 digunakan dalam serangan siber.
Anthropic menggambarkan celah (*loophole*) yang ditemukan oleh pihak ketiga tersebut—yang diidentifikasi oleh beberapa media sebagai Amazon—sebagai celah yang "sempit" dan kerentanan perangkat lunak yang dieksposnya tergolong "minor".
Dampak Global dan Aturan yang Berubah
Perintah tersebut sebenarnya hanya berlaku untuk akses oleh warga negara asing. Namun, Anthropic menyatakan bahwa mereka tidak dapat membedakan pengguna berdasarkan kewarganegaraan, sehingga terpaksa menarik kedua model tersebut sepenuhnya dari jaringan (offline).
Larangan total dari pemerintah terhadap model AI canggih yang dikembangkan oleh perusahaan domestik merupakan peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Sebagai perbandingan, China memang memblokir akses ke model AI Barat yang paling mumpuni dan memberlakukan pembatasan pada perusahaan AI domestik besar. Namun, pembatasan tersebut umumnya sudah diintegrasikan ke dalam model sebelum resmi dirilis.
Keputusan yang Dinilai 'Impulsif'
Pengusaha Martin Varsavsky mengatakan bahwa implikasi dari perintah ini "sangat besar."
"Setiap perusahaan rintisan (*startup*) yang membuat model perintis (*frontier models*) kini berada di bawah kendali penuh pemerintah," komentarnya di platform X. "Oleh karena itu, perintah ini tidak hanya menghukum Anthropic. Ini mengubah aturan main bagi seluruh industri."
Peneliti Gary Marcus mengatakan ia sebelumnya melihat Amerika Serikat dan China bersaing ketat hingga berada di posisi "seri" dalam perlombaan AI—sampai adanya pengumuman pemerintah pada hari Jumat kemarin.
"Tidak terpikir oleh saya bahwa pemerintahan Trump justru bisa menjegal upaya AS sendiri dari belakang," kata Marcus. "Tapi hal itu baru saja terjadi."
Beberapa pengamat menilai Anthropic juga menanggung tanggung jawab besar atas kesulitan yang mereka hadapi saat ini, mengingat perusahaan tersebut telah memperingatkan selama bertahun-tahun tentang risiko yang terkait dengan model AI paling canggih.
Pada hari Rabu, CEO Anthropic Dario Amodei kembali menyerukan kepada para pembuat kebijakan untuk "mengaktifkan aparatur kebijakan yang lambat dan rapuh untuk menangani risiko serta peluang yang akan berlipat ganda dengan sangat cepat dari sekarang."
Perdebatan Politik di Lingkaran Internal
Beberapa pendukung Presiden Trump yang—hingga beberapa minggu lalu—sangat menentang regulasi AI (sama seperti sikap pemerintahan Trump sendiri), kini berbalik arah dan mencoba membela keputusan tersebut. Di antara mereka terdapat investor berpengaruh Marc Andreessen dan mantan penasihat AI Gedung Putih, David Sacks.
Namun, pihak lain seperti mantan penasihat AI Trump, Dean Ball, menuduh mereka melakukan ketidakjujuran intelektual. Ball menunjukkan bahwa mereka sebelumnya mengkritik keras upaya regulasi yang dilakukan di bawah pemerintahan mantan presiden Joe Biden.
Kelompok pro-regulasi *Americans for Responsible Innovation* berpendapat bahwa keputusan sebesar ini tidak boleh dibuat secara "impulsif" atau tunduk pada "favoritisme politik."
Saat ini, hubungan Anthropic dengan pemerintahan Trump memang sedang renggang, di mana pemerintah telah memutuskan semua kontrak kerja samanya dengan perusahaan tersebut.
Memasuki Era Baru Pengawasan Pemerintah
Banyak pengamat sepakat bahwa AI telah memasuki era baru yang membutuhkan keterlibatan pemerintah yang lebih besar, namun mereka sangat keberatan dengan cara tindakan ini dieksekusi.
Ben Murphy (Institute for Progress): "Dalam pemerintahan yang berfungsi dengan baik, tidak akan ada pihak yang kecolongan oleh tindakan seperti ini. Pemerintah seharusnya cukup meminta Anthropic melakukan pengujian tambahan atau menambah pengaman sebelum merilisnya."
Mona Sloane (University of Virginia): Akselerasi AI yang cepat dan konsentrasi pengaruh di tangan segelintir perusahaan telah membuat pemerintah lengah. "Sangat mungkin kita akan melihat penangguhan model AI yang dipaksakan oleh pemerintah seperti ini lagi di masa mendatang."